
ACEH TAMIANG – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang menggelar Apel Udara (Checking Net) perdana pada Minggu (25/10/2026) malam untuk memastikan kesiapan perangkat komunikasi radio sekaligus memperkuat koordinasi antaranggota dalam menghadapi potensi bencana.
Kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB tersebut menginstruksikan seluruh anggota ORARI Lokal Aceh Tamiang yang memiliki perangkat radio komunikasi untuk berpartisipasi melalui frekuensi Very High Frequency (VHF) 146.100 MHz.
Berdasarkan pengumuman Bidang Operasi dan Teknik ORARI Lokal Aceh Tamiang, Andre (YD6ABI), kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memantau kesiapsiagaan anggota, menguji kesiapan perangkat komunikasi, serta mempererat silaturahmi di antara anggota ORARI di wilayah Aceh Tamiang.
Dalam kegiatan tersebut, Ichsan (YB6CX) bertindak sebagai *Net Control Station* (NCS) atau pengendali komunikasi yang mengatur jalannya komunikasi selama apel udara berlangsung.
Seluruh anggota yang mengikuti kegiatan diminta melakukan *check-in* secara tertib dengan mengikuti arahan NCS. Selain menyampaikan identitas panggilan (*callsign*), peserta juga diharapkan melaporkan kondisi terkini dari wilayah pos pemantauan masing-masing.
Laporan tersebut mencakup kondisi cuaca, hasil pemantauan lingkungan, situasi keamanan, hingga informasi kebencanaan yang dinilai perlu disampaikan dan dikoordinasikan bersama.
Pertukaran informasi ini diharapkan dapat memperkuat jaringan komunikasi antaranggota sekaligus mendukung penyampaian informasi awal apabila terjadi keadaan darurat atau bencana di wilayah Aceh Tamiang.
Selain mengikuti apel udara melalui frekuensi radio, anggota yang telah bersiap dan memantau frekuensi menggunakan perangkat masing-masing juga diminta mengonfirmasi kehadiran melalui grup WhatsApp. Konfirmasi dapat dilakukan dengan memberikan reaksi jempol atau menuliskan keterangan “HADIR & MONITOR”.
Melalui kegiatan ini, ORARI Lokal Aceh Tamiang mendorong kedisiplinan dan partisipasi aktif seluruh anggota dalam menjaga komunikasi organisasi serta memastikan perangkat radio siap digunakan ketika dibutuhkan.
Kesiapan komunikasi radio menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung koordinasi informasi, terutama ketika kondisi darurat berpotensi mengganggu sarana komunikasi lainnya.
Pengumuman kegiatan tersebut disampaikan oleh Andre (YD6ABI) dari Bidang Operasi dan Teknik ORARI Lokal Aceh Tamiang dengan mengajak seluruh anggota berpartisipasi dalam apel udara perdana tersebut.
(73, Salam Komunikasi)







Tinggalkan Balasan